berita


Senin siang yang lalu saya menjemput bi Anah yang telah selesai tetirahnya, dan agar supaya kondisi kesehatannya lebih cepat membaik saya membawanya berobat ke klinik dr evi, sore itu juga.

Ketika menunggu giliran, saya perhatikan seorang lelaki berkacamata yang baru saja keluar dari ruang periksa, bersama seorang anak lelaki seumuran anak bungsuku.  Ternyata dia Muhammad Alwi, teman sekuliah dulu di kampus baranangsiang.  Setengah teriak kupanggil namanya, dia pun kaget juga bertemu saya disitu.  Setelah bersalaman kami sempat bercakap-cakap dan saya ketahui kemudian Alwi sedang melanjutkan S3-nya disini. Sebentar saja, karena tidak lama kemudian bi Anah sudah dipanggil untuk diperiksa. Tetapi saya sempat bertanya ancer-ancer tempat kostnya di balebak – babakan lebak –.

Siang tadi saya berniat untuk menemui Alwi di rumahnya.  Rencananya saya harus mampir dulu ke ATM BCA karena kijangku sudah sangat kehausan.  Saya menuju gerbang keluar kampus melalui jalur lingkar barat, lupa bahwa seharusnya saya mengambil jalur lingkar timur karena disitulah letaknya atm BCA. Ketika gerbang sudah terlihat albeo baru mengingatkan, sambil sedikit bersungut terpaksa saya tidak keluar dulu karena mau tidak mau saya harus ke atm, wong di dompet ga ada uangnya.

Sesampainya di gerai atm, antrian di atm BCA sudah cukup panjang, sebagaimana biasanya.  Karena terburu-buru saya lantas antri di atm BNI – letaknya bersebelahan dengan atm BCA – yang tinggal dua orang saja,  Terpaksa kartu atm BNI istri saya pakai dulu.

Setelah mengambil uang bensin saya kembali meluncur ke arah gerbang keluar, tapi celaka, terlihat jalur ke arah pom bensin terdekat sangat macet. Saya tidak mau mengambil risiko kehabisan bensin ketika macet, karenanya saya langsung berputar ke arah pintu darurat di belakang kampus.

Sial, berarti saya harus ke rumah Alwi dulu daripada mengisi bensin, karena rumah alwi letaknya sebelum pom bensin kalau dari arah pintu darurat.  Beruntung beliau sudah ada di rumah.  Saya juga bisa bertemu dengan istri dan dua orang anak lelakinya.  Si sulung Wira sudah semester 4 di UGM, sedangkan adiknya Jaya, bersekolah di sadar (smp 1 darmaga) kelas 2, satu kelas diatas Anggi, bungsuku perempuan yang baru keas 1 di smp yang sama.

Jam empat sore saya pulang, sekalian menjemput istri di tempat kerjanya.  Kami harus segera berangkat lagi ke Jakarta untuk menghadiri welty show di La monte Sarinah.  Dalam benak saya sudah berencana memakai SEMI JAS HITAM karena AC di La Monte biasanya cukup dingin. Guess what, hampir saja saya lupa memakai semi jas itu, kalau saja tidak diingatkan.

Singkat cerita, kami keluar tol komdak sekitar jam 7 malam, tepat selesainya jadual three in one. Sip, karena kami hanya berdua saja.

Acara di La Monte berlangsung lancar dan meriah seperti biasanya.  Di penghujung acara, Mr OH, sang inspirator, memberi sedikit afirmasi untuk acara D & A night tanggal 8 Februari nanti.  Menurut beliau, D & A night merupakan sesi training yang sangat penting.  Di sana dapat dilihat dan dipelajari – tanpa teori yang muluk-muluk – bagaimana seseorang yang tadinya nothing menjadi something. Bagaimana mereka yang tadinya MISKIN, menjadi sangat kaya raya.

Pada hari Sabtu, selintas kubaca buntut running-text di salahsatu stasiun TV mengenai unjuk rasa di Denpasar. Penasaran? Dibawah ini cuplikan beritanya dari detik.com :

Penolakan masyarakat Bali terhadap RUU Pornografi masih terjadi. Kini giliran mahasiswa dan pelajar Buleleng, Bali menolak RUU tersebut.

Aksi unjuk rasa ini diikuti oleh sekitar 2.000 mahasiswa Universitas Pendidikan Ganesha dan pelajar se-kota Singaraja yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa dan Pelajar Singaraka. Aksi ini digelar di DPRD Buleleng, Sabtu (20/9/2008).

Sebelum beraksi di DPRD, mahasiswa dan pelajar menggelar aksi teatrikal, membaca puisi, serta meminta tanda tangan penolakan RUU Pornografi pada kain sepanjang 100 meter di Taman Kota Singaraja. Dalam aksi teatrikal tersebut diceritakan masyarakat yang sedang mandi di sungai tiba-tiba ditangkap oleh sejumlah orang yang mengusung RUU Pornografi.

Usai menggelar teatrikal, ribuan mahasiswa dan pelajar ini melakukan aksi long march ke DPRD Buleleng. Perwakilan mahasiswa diterima oleh Ketua DPRD Nyoman Mangku Muliarta.

Sementara itu, mahasiswa dan pelajar lainnya menggelar orasi di halaman DPRD. “RUU Pornografi adalah ancaman dan melahirkan disintegrasi NKRI,” kata Ketua BEM Undiksha Singaraja.

Mahasiswa dan pelajar menolak RUU Pornografi karena norma kesusilaan dan pornografi telah diatur dalam KUHP, UU Perlindungan Anak, dan UU Penyiaran. Ketua DPRD Muliarta meminta agar DPR RI memikirkan kesejahteraan rakyat daripada mengesahkan RUU Pornografi yang justru mengancam keutuhan bangsa.